The Cranberries

Tribute To The Cranberries

The Cranberries

Masih teringat jelas di ingatan bagaimana aksi The Cranberries di Java Rockin’ Land 2011 beberapa waktu lalu sangat memukau. Meski terbilang sudah tidak muda, mereka masih terlihat begitu prima membawakan beberapa single-nya. The Cranberries mampu menghipnotis ribuan penonton yang datang saat itu tanpa ragu hingga semua bernyanyi bersama sampai akhir penampilan mereka.

The Cranberries adalah band rock asal Limerick, Irlandia yang terbentuk pada tahun 1989 dengan nama The Cranberry Saw Us, hingga kemudian diubah namanya menjadi The Cranberries oleh sang vokalis, Dolores O’Riordan. The Cranberries terdiri dari Dolores O’Riordan (vocal, guitar), Noel Hogan (guitar), Mike Hogan (bass), dan Fergal Lawler (drums). Meskipun secara luas musik mereka disebut dengan rock alternative, tapi mereka menggabungkan beberapa elemen musik khas Irlandia, indie pop, post-punk, hingga pop rock.

The Cranberries mulai mendapat perhatian dunia internasional sekitar tahun 1993 lewat debut album mereka Everybody Else Is Doing It, So Why Can’t We?, yang sekaligus menjadi kesuksesan komersial yang terjual lebih dari 5 juta copy di Amerika Serikat. The Cranberries juga menjadi salah satu band rock paling sukses tahun ’90-an dengan keberhasilan mereka menjual album hingga 14,5 juta copy hanya di Amerika Serikat, itu belum termasuk di belahan dunia lainnya.

The Cranberries juga berhasil mencapai top 20 album di chart Billboard 200 lewat keempat albumnya, yaitu Everybody Else Is Doing It, So Why Can’t We?, No Need To Argue, To The Faithful Departed, dan Bury The Hatchet – dan 8 lagunya berhasil menembus top 20 single di chart Modern Rock Tracks (Linger, Dreams, Zombie, Ode To My Family, Ridiculous Thoughts, Salvation, dan Promises).

Pada tahun 2003, The Cranberries memutuskan untuk vakum, dan semua personilnya memiliki proyek masing-masing. Setelah vakum beberapa lama, akhirnya pada tahun 2009, The Cranberries bersatu kembali dan memulai tur di Amerika Utara, lalu disusul dengan tur Amerika Latin dan Eropa pada awal 2010. Mereka juga tampil di upacara pembukaan Olimpiade 2010 di Thomond Park, Irlandia pada 9 Juni 2010, dan itu adalah penampilan pertama di kota asli mereka setelah lebih dari 15 tahun tidak tampil di sana. Hingga pada tahun 2011, akhirnya mereka merilis album terbarunya yang berjudul “Roses”.

Kini total, The Cranberries sudah memiliki 6 album studio, Everybody Else Doing It, So Why Can’t We? (1993), No Need To Argue (1994), To The Faithful Departed (1996), Bury The Hatched (1999), Wake Up And Smell The Coffee (2001), dan Roses (2011) — 3 album live dan EP, Zombie Live EP (1994), Loud and Clear (1999), dan Bualadh Bos – The Cranberries Live (2010) — 5 album kompilasi/the best of, Treasure Box – The Complete Sessions 1991-1999 (2002), Stars: The Best Of 1999-2002 (2002), The Best of: The Cranberries: 20th Century Masters: Millenium Collection (2005), Gold (2008), Icon: The Cranberries (2010) — serta 4 album yang mereka rilis saat masih menggunakan nama The Cranberry Saw Us, Anything (1990), Water Circle (1990), Nothing Left At All (1990), dan Uncertain (1991).

Maka tak salah jika Negaraya Management menggagas sebuah acara bertajuk #TributeToTheCranberries dengan didukung oleh Kopi Merah dan beberapa media partner, serta didukung penuh oleh The Cranberries Indonesia yang notabene adalah komunitas dari penggemar The Cranberries di seluruh Indonesia. Ya, The Cranberries adalah band yang memang harus diapresiasi. Selain karena karya-karyanya yang menjadi inspirasi setiap pendengarnya, perjalanan karir mereka juga bisa menjadi pelajaran untuk kita agar tetap menjaga konsistensi khususnya di dunia musik.

Sebanyak 7 band/musisi yang tentu saja begitu mencintai dan menggemari The Cranberries, diajak untuk berpartisipasi sebagai bentuk apresiasi terhadap band yang memang layak untuk dihargai ini. Jadi, Zombiguide, mari nikmati dan rayakan kebahagiaan ini dengan datang dan bernyanyi bersama menyanyikan hits-hits mereka yang bahkan sampai kini masih sering terdengar di telinga kita.